Jumat, 23 September 2016

PERKEMBANGAN REMAJA MASA KINI

       Masa remaja adalah masa transisi ketika anak mulai menjadi dewasa. Masa itu juga dianggap masa yang paling indah. Mengapa indah? Karena pada masa itu biasanya anak mulai mengenal lebih dekat lawan jenisnya. Bisa jadi muncul cinta pertama. Deg-degan, berjuta rasa, bercampur aduk. Ingatan itu akan membekas hingga dewasa. Walaupun, sedikit norak tapi ada kelucuan di sana. Namun kadangkala masa remaja bisa juga menjadi rawan. Psikolog masalah remaja Roslina Verauli mengatakan, masa remaja dulu dan sekarang sudah mengalami perubahan alias beda. Sehingga orangtua harus mau berubah untuk menyikapi perubahan itu. Jika gagal, akan ada kerentanan yang besar antara orangtua dan anak, yang menyebabkan terhalangnya komunikasi dan kedekatan.
Terlebih kondisi orangtua dulu dan sekarang juga mengalami perubahan  misalnya, ayah dan Ibu yang kini bekerja hingga malam, yang seringkali pulang ke rumah dalam keadaan lelah. Untuk menyingkapi kondisi itu, orangtua dituntut pintar, banyak menggali Informasi lewat lnternet untuk mengetahui perkembangan kini dunia anak-anak dan remaja.
      Remaja sekarang ini, banyak yang sikap dan perilakunya tidak sesuai dengan etika bangsa Indonesia yang sebenarnya. Zaman dulu, anak-anak dan remaja sangat menjaga adat istiadat dan kesopanan terhadap orang lain terutama kepada orang tua. Tidak ada istilah membantah kepada orang tua. Bahkan ketika dijodohkan pun, mereka rela – rela saja dan tidak berani membantah keputusan orang tua. Berbeda sekali dengan remaja zaman sekarang, kesopanan sudah tidak di indahkan lagi. Membantah kepada orang tua sudah tidak lagi menjadi hal yang aneh, bahkan sudah menjadi kebiasaan remaja zaman sekarang. Hal ini terjadi bukan hanya orang tua salah mendidik, tetapi lingkungan sekitar dan media masa juga berpengaruh terhadap perkembangan remaja saat ini.
Peradaban sudah berganti. Adat istiadat bangsa sendiri mulai luntur, merasa gengsi untuk mencoba belajar alat musik daerah sendiri, misalnya merasa gengsi belajar angklung. Padahal bangsa lain ingin sekali belajar alat musik tradisional Indonesia. Remaja sekarang malah bangga terhadap adat kebiasaan bangsa lain. Misalnya, kebiasaan bangsa Barat sudah masuk ke Indonesia. Trend yang mereka bawa menjadi pusat perhatian para remaja dan mereka pun merasa bangga jika berpenampilan, bergaya dan berperilaku seperti orang-orang barat yang kebiasaannya bertolak belakang dengan Bangsa Indonesia.
           Selain itu, media masa juga sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan remaja. Media masa, seperti acara televisi, internet, majalah, kebanyakan unsur yang ditampilkan adalah unsur yang negatifnya dibandingkan dengan unsur positifnya. Contohnya sinetron remaja yang seharusnya menampilkan tata karma yang sopan terhadap yang lebih tua, kasih sayang terhadap yang lebih muda, dan cara belajar yang baik, malah menampilkan adegan pacaran, memusuhi teman secara terang-terangan, mengejek bahkan adegan menyiksa, membantah dan memarahi orang tua yang tidak pantas dilakukan oleh seorang anak, ditayangkan dalam sebuah sinetron untuk remaja. Perubahan cara berkomunikasi lewat teknologi juga terus terjadi. Kini sedang booming adanya Media Sosial seperti Facebook, Twitter, dan lainnya. Saat Internet mulai dikenal, masalah remaja adalah kegemaran membuka situs porno. Kini, selain masalah situs porno juga ditambah Facebook (FB). Ada remaja yang menyingkapi FB dengan positif, ada juga yang negatif. Misalnya ada remaja yang hanya memanfaatkan FB untuk memberikan kabar kepada teman yang sudah lama tidak bertemu, memberikan kabar kepada saudara jauh dan sebagainya. Sementara yang negatif adalah FB digunakan untuk menciptakan ketergantungan kepada orang yang dikenalnya di Jejaring itu. sehingga akhirnya mau melakukan apa pun karena rasaketergantungan itu. Misalnya kabur dari rumah atau berhubungan intim dengan teman yang baru dikenalnya di FB. Biasanya remaja yang seperti itu kesepian, tidak bergaul dengan teman sebaya. gagal menampilkan eksistensi, sehingga ketika ada teman di FB yang dianggap bisa dtertarik dengan dirinya, menjadi ketergantungan dan mau saja diajak melakukan sesuatu hal.
Konsep positif
Orangtua memang tidak bisa melarang anak remajanya membangun pertemanan, termasuk menjalin kedekatan dengan lawan Jenis. Pasalnya, manfaat yang bisa diambil juga banyak. Menjalin hubungan dengan lawan jenis pada remaja dan dewasa juga ada perbedaan. Pada remaja, hubungan Ini lebih untuk bersenang-senang [having Jun), dan biasa dilakukan berkelompok. Misalnya rekreasi, nonton bareng, makan bareng, melakukan hobi bersama, belajar bersama. Manfaat lain dari hubungan ini. remaja belajar mengembangkan rasa sosial. Pada anak yang punya konsep positif, dalam berhubungan dengan lawan jenis (pacaran) tidak akan mau melakukan tindakan yang merugikan. Misalnya berhubungan badan, kabur dari rumah, serta tindakan negatif lainnya. Beda dengan remaja yang tidak punya konsep positif. Rasa ketergantungan terhadap pasangannya begitu kuat, sehingga mau melakukan hal apa pun. baik yang merugikan ataupun tidak.
Nah masalahnya, bagaimana mendidik anak supaya memiliki konsep positif? Tentunya dengan membangun potensi dan prestasi pada diri remaja tersebut caranya dengan mengikuti kegiatan seperti ekskul. kursus/les yang bermanfaat, mengikuti ajang kompetisi, dan punya jaringan pertemanan. Peran orangtua adalah memfasilitasi anak mengikuti kegiatan- kegiatan positif yang dilakukan remaja. Jangan hanya disuruh belajar di sekolah saja, walaupun belajar juga penting.
Potensi Remaja
Hal yang menguntungkan pada masa remaja akhir atau dewasa awal adalah secara fisik mereka telah berkembang dengan sempurna, mempesona, muda, tinggi juga kuat. Pada masa ini remaja menuju puncak stamina dan energinya. Dari segi kognitif pun tak kalah menguntungkan. Dari segi pengetahuan, remaja telah menyapu pengetahuan dan ketrampilan dasar yang diperlukan untuk hidup (life skill), atau sebagai dasar untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Dari segi perkembangan kognitif, menurut Piaget, remaja juga berada pada akhir tahap perkembangannya. Yaitu tahap perkembangan kognitif yang dikenal tahap operasional formal di mana pada tahap ini remaja telah mampu berpikir abstrak, idealistik dan logis.
Dengan semua kelebihan remaja, jadi apa yang kurang dimiliki anak muda untuk unjuk diri? Anak muda punya banyak hal untuk maju. Anak muda punya fisik yang prima, energi dan semangat yang menggebu, otak yang encer, teman yang banyak, bahkan orang tua yang siap memberi dukungan, baik secara moral dan finansial. Asal anak muda itu bisa fokus untuk terus mencapai hal-hal yang positif yang diinginkan, mereka bisa jadi apapun. Seperti pepatah yang mengatakan “Jika kamu berpikir kamu bisa, maka kamu BISA”
Sejarah bahkan banyak bercerita kepada kita bahwa remaja bukan saja bisa berprestasi namun mampu menciptakan tonggak sejarah. Tak usah jauh-jauh contohnya di negeri kita sendiri. Pada jaman penjajahan Belanda, Kebangkitan Nasional dan Sumpai Pemuda, semua diinisiasi oleh anak muda pada jamannya. Selanjutnya para proklamator kita juga memproklamasikan kemerdekaan karena desakan para pemuda. Dan yang semua pasti kita tahu, datangnya era reformasi adalah karena juga gerakan mahasiswa pada saat itu. Bahkan gerakan reformasi kita perlahan namun pasti rupanya membangkitkan kesadaran pemuda di Timur Tengah, yang berimbas pada revolusi di negara-negara Arab seperti sekarang ini.

Kesimpulan dan Saran
Lalu bagaimana dengan anak muda kita pada masa sekarang? Anak muda sekarang rupanya juga tak mau terjebak akan banyak intrik, janji-janji dan kebohongan politik yang terus menerus membuat kita apatis. Dari mahasiswa sampai anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unjuk gigi untuk berprestasi. SMK yang dulu dipandang sebelah mata justru terbukti peka dan menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mereka menghasilkan karya inovatif di berbagai hal dari aplikasi ponsel, alarm motor, sepeda, mobil kiat esemka bahkan ikut merakit pesawat terbang Jabiru. Ketenaran mobil Kiat Esemka bahkan konon menohok beberapa pihak yang tidak berhasil mengembangkan mobil nasional.
Kini, masihkah kamu ragu akan kemampuan dan potensimu? Asalkan kita sungguh-sungguh menekuni bidang yang sesuai minat kita dan berpikir kreatif, keberhasilan bukan suatu hal yang musykil diraih anak muda. Tetaplah fokus pada mimpi kita, tidak perlu larut dalam galau oleh hal-hal yang tidak perlu, jangan sedikit pun bergeming oleh rayuan negatif. Dekatlah kepada Tuhan, karena agama dan Tuhan membentengi kita dari hal-hal negatif. Katakan TIDAK dan menjauhlah dari hal yang bakal merusakmu. Berusaha dan berdoa, berjuang terus sampai akhir. Keberhasilan pun akan menjemputmu.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar